Hikari Research

Melayani: Konsultasi KTI, Skripsi, Mini Riset, Olah Data, Pengetikan, Translate, Scan, Cetak foto, Pulsa dll

  • Hikari Komputer

    Telp. 0852 9090 1322

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 9 pengikut lainnya

  • Kategori

  • Chat Yuk…


    Status YM

    Pengunjung Online

  • Tolong dong suster… bawa ke Hikari..!!

    Get Well Myspace Comments

  • Tukar Link

    <a href="https://rentalhikari.wordpress.com" target="_blank"><img class="alignnone size-full wp-image-132" title="HIKARI KOMPUTER" src="https://rentalhikari.files.wordpress.com/2009/11/hikari-komputer.gif" alt="" width="177" height="24" /></a>

    Kopi kode diatas dan taruh di sidebar blog anda, stlh itu hub saya via komentar saya link balik okay... pisss...

  • Teman-teman

    shmilytronik

Konsep Praktek

Posted by dwixhikari pada 22 April 2010

Oleh : Niken Jayanthi, S.Kep

Praktek

Praktek otomatis terwujud dalam suatu tindakan (overt behavior). Untuk mewujudkan praktek menjadi nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain fasilitas. Disamping fasilitas juga diperlukan faktor pendukung (support) dari pihak lain (Notoatmodjo, 2003). Tingkatan praktek menurut Notoatmodjo (2003) ada 4 antara lain:
1. Persepsi (Perception)
Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil adalah merupakan praktek tingkat pertama.
2. Respon Terpimpin (guided respon)
Dapat melakukan sesuatu yang benar sesuai dengan contoh merupakan indikator praktek tingkat kedua.
3. Mekanisme (Mechanism)
Apabila seseorang dapat melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan, maka ia sudah mencapai praktek tingkat ketiga.
4. Adopsi (adoption)
Adaptasi adalah suatu praktek atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik. Artinya tindakan itu sudah dimodifikasinya sendiri tanpa mengurangi tindakan tersebut. Adaptasi praktek (tindakan) memiliki beberapa indikator, antara lain (Notoatmodjo, 2003). :
a. Tindakan (praktek) sehubungan dengan penyakit
Tindakan ini mencakup antara lain:
1) Pencegahan penyakit, misalnya mengimunisasikan anak.
2) Penyembuhan penyakit, misalnya minum obat sesuai petunjuk dokter.
b. Tindakan (praktek) pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. tindakan atau perilaku ini mencakup antara lain: mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, melakukan olah raga secara teratur, dan praktek perawatan kesehatan sebagainya.
c. Tindakan (praktek) kesehatan lingkungan.
Perilaku ini mencakup buang air besar dijamban, membuang sampah pada tempatnya.

Tindakan (praktek) dikatakan benar jika hampir 50% tindakan atau praktek sesuai dengan teori yang ada. Begitu sebaliknya jika tindakan atau praktek kurang dari 50% dari teori yang ada maka praktek dikatakan salah.
Menurut Lawrence Green (1980) dalam Notoatmodjo (2003) menganalisis perilaku manusia tersebut dalam perilaku manusia pada tingkat kesehatan. Sedangkan kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh dua faktor pokok yaitu faktor perilaku dan faktor diluar perilaku, selanjutnya perilaku kesehatan dipengaruhi oleh:
1. Faktor-faktor predisposisi (predisposising factors)
Faktor ini mencakup: pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap kesehatan, tradisi dan kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan sistem nilai yang dianut masyarakat, tingkat pendidikan, tingkat sosial ekonomi. Hal ini dapat dijelaskan bahwa untuk berperilaku dalam kesehatan misalnya melakukan pemeriksaan pada ibu postpartum diperlukan pengetahuan dan kesadaran ibu tentang manfaat merawat payudara setelah melahirkan, bagi kesehatan ibu dan bayinya.
2. Faktor-faktor pemungkin (enabling factor)
Faktor-faktor ini mencakup ketersediaan sarana dan prasarana atau fasilitas kesehatan bagi masyarakat. Misalnya praktek merawat payudara, ibu yang mau merawat payudara tidak hanya tahu dan sadar manfaat merawat payudara melainkan ibu dengan mudah dapat memperoleh fasilitas untuk memeriksa payudaranya ke pelayanan kesehatan.
3. Faktor-faktor penguat
Faktor-faktor ini meliputi faktor sikap dan perilaku tokoh masyarakat, agama, sikap dan perilaku para petugas kesehatan termasuk juga disini undang-undang, peraturan-peraturan baik dari pusat maupun pemerintah daerah yang terkait dengan kesehatan. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut: untuk berperilaku sehat masyarakat kadang-kadang bukan hanya perlu pengetahuan dan sikap positif, dan dukungan fasilitas saja, melainkan diperlukan perilaku .
Menurut Notoatmodjo (2003), bentuk perilaku secara lebih operasional dapat diartikan suatu respon organisme atau seseorang terhadap rangsangan dari luar subjek tersebut, respon ini berbentuk dua macam, yaitu:
a. Bentuk pasif
Perilaku bentuk pasif adalah respon internal, yaitu yang terjadi di dalam diri manusia dan tidak secara langsung dapat dilihat oleh orang lain, misalnya berpikir, tanggapan atau sikap batin atau pengetahuan. Perilaku seperti ini juga disebut perilaku yang masih terselubung (covert behavior).
b. Bentuk aktif
Perilaku bentuk aktif dapat diobservasi dengan jelas secara langsung. Perilaku tersebut sudah tampak dalam bentuk tindakan nyata sehingga disebut “overt behavior”.
Perilaku dibentuk melalui suatu proses dan berlangsung dalam interaksi manusia dengan lingkungan dan faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku terbagi menjadi 2 faktor yaitu :
a. Faktor intern
Faktor intern berfungsi untuk mengelola rangsangan dari luar, faktor ini meliputi: pengetahuan, kecerdasan, persepsi, emosi, motivasi.
b. Faktor ekstern
Faktor ekstern ini meliputi lingkungan fisik maupun non fisik seperti: iklim, manusia, sosial ekonomi dan budaya.

DAFTAR PUSTAKA

Notoatmodjo, Soekidjo. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: